fbpx

Mengenal Wisata Air Terjun Coban Tengah Malang Jawa Timur

Mengenal Wisata Air Terjun Coban Tengah Malang Jawa Timur 1

Air terjun yang satu ini dinamakan Coban Tengah karena memang letaknya berada di antara air terjun Coban Rondo dan air terjun Coban Manten. Ketiga air terjun ini merupakan suatu kesatuan yang dihubungkan dengan Legenda Coban Tengah Malang Jawa Timur.

Letak Coban Tengah

Air terjun Coban Tengah ini berlokasi di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon. Jalur Coban Tengah Batu Malang ini cukup mudah untuk dicapai. Walaupun jalan menuju air terjun yang indah ini masih berupa dataran tanah. Akan tetapi petunjuk menuju air terjun Coban Tengah ini sudah cukup jelas. Di pintu masuk kawasan ini, ada gerbang yang terbuat dari kayu yang menunjukkan arah menuju air terjun Coban Tengah. Petunjuknya, setelah anda sampai di Griyawana Coban Rondo, anda akan menemukan pertigaan. Jalan arah lurus dengan jalan aspal adalah arah jalan ke Coban Rondo, sedangkan untuk menuju Coban Tengah anda harus mengambil jalan belok ke kiri dengan jalanan dari tanah dengan gerbang kayu bertuliskan Arah ke Coban Tengah. Dari tempat parkir, perjalanan masih panjang. Anda harus berjalan di tepi sungai hingga sampai ke air terjun Coban Tengah selama kurang lebih 15-20 menit. Bagi anda yang gemar trekking, anda pasti akan menikmati berjalan kaki menaklukan medan sekitar 4 km dari loket masuk Coban Rondo untuk menuju ke air terjun ini.

Sejarah Coban

Menurut sejarahnya konon pada jaman dahulu kala hiduplah Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusuma dari Gunung Anjasmara. Keduanya saling jatuh cinta dan memutuskan untuk mengikat janji dalam sebuah pernikahan. Baru beberapa hari hidup sebagai suami istri, Dewi Anjarwati mengajak sang suami untuk bertandang ke rumah orang tua mereka yang ada di Gunung Anjasmara.

Ternyata niat tersebut ditentang oleh orangtua Dewi Anjarwati. Karena menurut tradisi suku Jawa kuno, pasangan pengantin yang baru menikah dilarang untuk bepergian sebelum usia pernikahan mencapai empat puluh hari. Hal ini diyakini dapat mendatangkan bala, atau kesialan bagi pasangan tersebut. Akan tetapi mereka berdua tetap ngotot bersikeras untuk pergi.

Di tengah tengah perjalanan, Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusumo bertemu dengan Joko Lelana. Rupanya orang asing itu terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati. Joko Lelana pun menantang Raden Baron Kusuma untuk berduel memperebutkan Dewi Anjarwati. Sang istri diminta untuk bersembunyi di balik air terjun sembari menunggu suaminya selesai berduel dan datang menjemput. Tak disangka, Raden Baron Kusuma dan dan Joko Lelana sama-sama tewas dalam pertarungan. Janji Raden Baron Kusuma untuk menjemput sang istri pun tak bisa dipenuhi. Tinggal lah Dewi Anjarwati yang menjadi janda meratapi nasibnya di balik air terjun. Masyarakat percaya bahwa jika berkunjung ke tempat ini bersama pasangan maka niscaya hubungannya tidak akan berlangsung lama.

Baca Juga  Mengintip Keindahan Pantai Pandansari Bantul Yogyakarta

Daya Tarik Coban Tengah

Seperti halnya Coban Rondo, Wanawisata Coban Tengah juga berada di desa Pandesari. Sesuai dengan namanya, Coban Tengah ini merupakan air terjun yang terletak sedikit lebih tinggi ke arah hulu dari Coban Rondo. Air terjun Coban Tengah ini terletak di bawah dari Coban Manten. Tepatnya di antara Coban Rondo juga Coban Manten. Konon katanya, ketiga air terjun tersebut terkait dengan suatu cerita legenda penduduk setempat mengenai asal muasal dari ketiga air terjun tersebut.

Untuk mencapai air terjun Coban Tengah anda harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki karena medannya tidak dapat dilalui dengan kendaraan. Perjalanan dapat dimulai dengan melewati jalur menuju Coban Manten yaitu jalur yang terdapat di sebelah Hotel Coban Rondo. Jalannya masih berupa jalan setapak yang sedikit lebar dengan dikelilingi hutan pinus yang berada di sisi kanan dan sisi kirinya. Dari sini, anda akan berjalan sekitar 15 menit hingga akhirnya terlihat dua rumah dinas milik Perum Perhutani. Di daerah dekat rumah itu terdapat sebuah percabangan jalan, jalur sebelah kiri menuju ke Coban Manten dan jalur sebelah kanan akan ke menuju Coban Tengah. Di sepanjang perjalanan setapak ini, tidak akan terlihat adanya petunjuk arah menuju ke Coban Manten ataupun Coban Tengah. Selanjutnya anda harus mengambil jalur ke kanan kemudian berjalan sekitar 30 menit menuju pipa yang berwarna biru-kuning yaitu pipa yang menyalurkan air ke tempat penyimpanan air Pujon di kompleks air terjun Coban Rondo. Dari pipa ini nantinya anda akan mengambil jalur bawah.

Selanjutnya anda harus berjalan lagi sekitar 45 menit hingga menemukan sungai kecil yang sangat jernih. Dalam perjalanan ini, Anda akan disuguhkan pemandangan perkebunan sayuran milik warga sekitar seperti tanaman cabai yang tumbuh subur dan terlihat segar. Setelah berjalan kaki selama kurang lebih dua jam dan melewati lebatnya semak belukar juga sungai, Anda akan sampai di air terjun Coban Tengah yang menawan ini.
Coban Tengah memiliki pemandangan yang luar biasa menakjubkan. Ketinggian Coban yang juga dikenal dengan nama Coban Dudo (duda) ini adalah kurang lebih 50 meter atau setengah dari tinggi Coban Rondo. Air yang terjun bebas dengan derasnya menciptakan kolam di bawahnya. Pengunjung dapat berjalan mengitari ataupun ke arah belakang air terjun karena aksesnya memang mudah, tetapi harus sangat berhati-hati karena anda akan menapaki batu batu sungai yang licin. Lingkungan air terjun yang masih alami menjadi penyejuk mata. Airnya yang sangat dingin terasa sangat menyegarkan saat diterpa angin membasahi tubuh anda. Tak jarang para pengunjung menyempatkan diri untuk berenang merasakan kesegaran air Coban Tengah.

Baca Juga  34 Rekomendasi Tempat Wisata Di Sragen

Air Terjun Coban Tengah memiliki suasana yang cukup sepi dikarenakan medan untuk menuju ke lokasi ini dapat dikatakan lumayan berat. Hanya beberapa orang saja yang sanggup menaklukan tantangan sampai di Coban ini. Umumnya pengunjung yang sampai ke kawasan ini adalah dari kalangan penikmat alam terbuka seperti pramuka, komunitas pecinta alam, atau juga para pendaki gunung.

Ketika musim kemarau, jalan menuju air terjun ini akan cukup kering dan berdebu. Karena memang masih dalam pengembangan sehingga belum terjangkau aspal. Namun anda juga tidak disarankan untuk datang di musim hujan karena jalan akan menjadi licin dan sangat membahayakan.

Tips Berkunjung ke Coban Tengah

Berikut beberapa tips yang wajib anda perhatikan ketika berkunjung ke kawasan ini.

  1. Sangat disarankan untuk tidak datang saat musim hujan, karena medan yang licin dan berat akan semakin berbahaya untuk dilewati
  2. Sebaiknya anda membawa persediaan makanan dan minum yang cukup karena tidak ada penjual makanan di kawasan ini.
  3. Dalam perjalanan sebaiknya anda berkelompok agar tidak tersesat.
  4. Jangan merusak kawasan dan jangan membuang sampah sembarangan.
  5. Tidak perlu Ragu untuk bertanya pada penduduk sekitar mengenai jalur menuju Coban Tengah, karena letak Coban Tengah pujon Malang memang tersembunyi dan membingungkan.
  6. Selain itu bagi anda yang berniat untuk berenang atau berendam di air terjun ini sebaiknya membawa baju ganti.

Itu tadi sekilas ulasan menganai wisata Coban Tengah pujon. Jangan lupa untuk mengunjungi Coban Rondo dan Coban Manten juga. Sebab ketiga air terjun ini terletak satu kawasan, rugi bukan jika telah melalui medan yang berat tapi tidak mengunjungi semuanya. Untuk informasi destinasi wisata menarik lainnya, terimakasih.